EV Break’in Road Trip

1/10/2026


Road Trip! Finally, Again

Bagaimana cara mengatasi anxiety? Caranya cuman satu kalau buat gue, sikat aja. Jadi itulah yang terjadi minggu lalu. Akhirnya setelah bertanya-tanya sendiri mengenai kapabilitas EV dalam hati, gue putusin untuk road trip sama keluarga dengan menggunakan mobil harian kita. Sebuah Denza D9 EV.

Ini bukan road trip pertama gue btw. Dulu gue pernah jalan dari Medan sampai Bali lalu balik lagi dari Bali ke Jakarta. Waktu itu pakai BMW X3 xDrive 2.0. It was a blast. Tenaganya liar, full time active 4wd dengan format Sport Activities Vehicle. Sebuah mobil yang nggak terlupakan, kalau di masa depan ada kesempatan buat restomod mobil yang sama atau ada series DNA turunannya gue sih pengen balik lagi mobil itu.

Tapi saat ini yang gue punya cuman D9 ini. Gue memang dari dulu janji sama diri gue sendiri cuma pengen punya 1 mobil keluarga dan 1 mobil hobi. Titik. Mungkin kedepannya nggak bisa seideal itu kondisinya tapi yang setidaknya itu yang gue targetin untuk ada di garasi gue.

Belajar dari road trip sebelumnya, gue inget bahwa gue berangkat setelah sholat subuh dan makan siang di Semarang. Dengan jalan tol yang sudah sangat terhubung dan fasilitas di jalan tol yang mendukung, gue dan istri memutuskan untuk mengeksekusi rencana road trip ini. Goals-nya? Liburan sambil latihan untuk anak-anak apakah mereka bisa disiplin diam di 1 tempat yang sama  lebih dari 5 jam perjalanan, sebagai benchmarking di masa depan kalau berpergian dengan pesawat.

Kami berencana berangkat setelah subuh dan siangnya bisa langsung cek in ke hotel dengan berdasar pada pengalaman saya sebelumnya. Tapi sebelum itu, persiapan yang perlu dilakukan adalah riset. Karena mobil yang dipakai bukan mobil ICE (internal combustion engine) maka setidaknya saya perlu tahu di mana saya harus melakukan pengisian daya. Tentu perbandingan peace of mind yang sangat berbeda dengan pada waktu menggunakan X3. Speed rata-rata bisa setinggi 200an km/jam dengan titik pengisian bahan bakar di Tol Jawa yang berlimpah dan dengan waktu pengisian yang sangat singkat.

ChatGPT 5 memberikan rekomendasi strategis beberapa:

1.        Kapan dan di titik mana harus mulai concern perihal State of Charge? Bila kurang dari 65% di titik tol Cipali untuk rute Jakarta - Semarang.

2.        KM 260B adalah patokan harus charging ultra fast untuk rute baik Jakarta – Semarang dan sebaliknya

3.        Download App PLN mobile untuk lokasi fast charging

4.        Jangan bolak-balik liatin SOC di dashboard karena itu adalah sumber anxiety utama.

Setelah mendapatkan pointers tersebut, Bismillah, we just went for it. Berangkat dengan daya 100%, charging di tempat tersebut sambil makan pagi menjelang siang. Tiba di Semarang dengan nyaman dan tenang. Demikian juga sebaliknya. Perlu dipahami juga, perhitungan GPT 5 sangat konservatif. Kita tiba lebih cepat dari perkiraan Alhamdulillah. Lebih cepat dari perkiraan waktu rute Jakarta – Semarang dan sebaliknya. Namun perhitungan GPT 5 meleset dengan agak beresiko di saat hasil analisa dan perhitungannya menunjukkan bahwa rute pulang Semarang – Jakarta tidak butuh tambahan daya di KM 260 dan bisa all the way sampai Jakarta. Ternyata tidak. Hujan deras dan visibility yang terbatas menyebabkan konsumsi daya meningkat sehingga berhenti di KM 260 di rute balik berubah dari nice to have menjadi must have.





Overall, Road Trip? Denza is a great car. Handling-nya enak di sepanjang jalan. Tidak ada kendala sama sekali Alhamdulillah. Throttle response yang agresif dan torsi khas mobil listrik hanya bisa match bila disandingkan mobil bermesin modern dengan cc gambot minimal 3500cc. Pedal gas terasa tidak habis–habis. Bahkan menurut gue pribadi, driving mode paling enak adalah posisi di ECO dengan Energy Recovery Mode di posisi HIGH. Dengan ini kombinasi rasa di pedal gas “tercekik” sedikit sehingga menciptakan sensasi torquey dan engine brake sekaligus. Mobil jadi terasa lincah dan “nurut”.


Km 260 ultra fast charging

Charging @ Padma 

Holiday tripnya gimana? 

Alhamdulillah overall was great. Anak-anak bisa secara sadar dan disiplin paham bahwa mereka sedang berlatih untuk sabar. Kita sudah briefing juga jauh sebelum perjalanan dimulai. Bosan adalah kata kunci yang keluar dari mulut mereka namun hanya perlu disiapkan counter activities-nya saja yang relatif sangat berbeda kita satu sama lain.

Padma Hotel Semarang? It was the best experience hotel so far. Considering it is a local brand Hotel. Dulu, pertama kali kami berlibur ke Bandung dengan road trip juga menginap di Padma Hotel. Di sana semua aktivitasnya juga lengkap dan hotel juga sangat bagus. Tapi Padma Hotel Semarang is remarkably different. Desain hotelnya, kualitas material yang dipakai, interiornya, furniturenya dan finishing. Servicenya sekelas operator hotel internasional. Makanannya? Mashaallah! Enak banget!

Ini bukan iklan. Sebagai orang yang berkecimpung di service industry, hotel ini wajib dikunjungi. 4 jempol buat Padma.